Selamat Datang , Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Sini

Wednesday, February 8, 2012

MENCOBA


Dalam hidup kita akan menghadapi beberapa hal yang baru pada hidup ini, yang terkadang bila ingin mencoba sesuatu yang baru dalam hal yang positif dan negatif. Bisa dikatakan manusia penasaran akan sesuatu hal yang baru yang belum pernah ia ketahui. Misal pada usia remaja yang emosi nya masih labil, mereka terkadang ingin mencoba sesuatu yang baru yang belum mereka rasakan. Hal ini bisa berakibat baik dan buruk tergantung pada pola pikir dan tindakan mereka. Bisa saja langkah yang diambil tidak pikir panjang, langsung saja bertindak, dalam pikiran mereka yang penting mencoba.


Sebenarnya mencoba sih boleh-boleh saja asal alangkah baiknya berpikirlah dahulu secara rasional dan masuk akal sebelum mencoba. Pikirkan apa dampak positif dan negatif dari tindakan yang akan di ambil.

Disisi lain mencoba terkadang memang perlu di lakukan tanpa pikir panjang misal pada saat kita ingin mendaftar pada perguruan tinggi yang bagus, kadang-kadang dalam hati timbul rasa minder atau ketidak percayaan diri. Tapi rasa minder tersebut seharusnya tidak perlu mendalam cukup kita mencoba saja mendaftar, apakah hasilnya di terima atau tidaknya itu urusan belakangan yang penting mencoba terlebih dahulu. Toh nasib orang berbeda beda, bisa saja kita langsung di terima begitu saja.  Allahualam

Nah begitulah coba-mencoba kita dalam hidup ini, mungkin dari artikel diatas dapat diambil sisi positif nya, yang negatif-negatif ya di buang saja.

Monday, January 23, 2012

INTROSPEKSI


Introspeksi adalah merenungkan segala sesuatu yang pernah di lakukan baik sadar maupun tak sadar. Seseorang yang mengalami masalah biasanya dia memiliki kepribadian yang tak bisa di tebak, dalam hal ini di butuhkan introspeksi untuk membuat dia merenung untuk menyadari hal-hal apa saja yang pernah dia lakukan sepanjang hidupnya.


Introspeksi diperlukan untuk menyadarkan seseorang agar dia menyadari hal-hal apa saja yang pernah ia lakukan baik itu disengaja maupun tidak disengaja dengan tujuan agar dia memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan.

Monday, January 9, 2012

aplikasi penghitung gaji (PBD)

TUGAS PBD PRAKTEK
Tugas
pada sebuah lembaga kursus akan membuat program aplikasi, setiap pengajar dicatat npk, nama, alamat.
Pengajar akan mendapatkan honor/gaji 20.000 setiap pengajar. Buatlah program aplikasi untuk dapat menghitung pengajar dalam 1 bulan
Dengan data yang disimpan dlm database adalah no transaksi, npk, jumlah mengajar, bulan buat tombol simpan, tambah data, hapus.



Tampilan Run








Listing Program

unit Unit1;
interface
uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls, DB, DBTables, Grids, DBGrids, Mask, DBCtrls, Buttons;
type
  TForm1 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Label4: TLabel;
    Label5: TLabel;
    Tpengajar: TTable;
    DSpengajar: TDataSource;
    DBGrid1: TDBGrid;
    dbnpk: TDBEdit;
    dbnama: TDBEdit;
    dbalamat: TDBEdit;
    dbgaji: TDBEdit;
    btsimpan: TBitBtn;
    bttambah: TBitBtn;
    bthapus: TBitBtn;
    btgaji: TBitBtn;
    Label6: TLabel;
    Label7: TLabel;
    Label8: TLabel;
    db_jmlh: TDBEdit;
    dbbulan: TDBEdit;
    dbno_transaksi: TDBEdit;
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Button3Click(Sender: TObject);
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure btsimpanClick(Sender: TObject);
    procedure bttambahClick(Sender: TObject);
    procedure bthapusClick(Sender: TObject);
    procedure btgajiClick(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;
var
  Form1: TForm1;
implementation
{$R *.dfm}

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
Tpengajar.Append;
end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin
Tpengajar.Delete;
end;

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
Tpengajar.Append;
Tpengajar.Post;
end;

procedure TForm1.btsimpanClick(Sender: TObject);
begin
tpengajar.Post;
end;

procedure TForm1.bttambahClick(Sender: TObject);
begin
tpengajar.Append;
end;

procedure TForm1.bthapusClick(Sender: TObject);
begin
tpengajar.Delete;
end;

procedure TForm1.btgajiClick(Sender: TObject);
var a,b,c :real;
begin
a:=strtoint(db_jmlh.Text)*20000;
dbgaji.Text:=floattostr(a);

end;

end.

Tuesday, December 6, 2011

tugas jarkom


System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory

Self decompressing the image :
########################################################################## [OK]

              Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

           cisco Systems, Inc.
           170 West Tasman Drive
           San Jose, California 95134-1706



Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang

PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)


         --- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n


Press RETURN to get started!



Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_A
lab_A(config)#int fa 1/0
lab_A(config-if)#ip add 205.7.5.1 255.255.255.0
lab_A(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet1/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet1/0, changed state to up
lab_A(config-if)#exit
lab_A(config)#int fa0/0
lab_A(config-if)#ip add 192.5.5.1 255.255.255.0
lab_A(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_A(config-if)#exit
lab_A(config)#int ser 2/0
lab_A(config-if)#ip add 201.100.11.1 255.255.255.0
lab_A(config-if)#clock rate 64000
lab_A(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
lab_A(config-if)#exit


ystem Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory

Self decompressing the image :
########################################################################## [OK]

              Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

           cisco Systems, Inc.
           170 West Tasman Drive
           San Jose, California 95134-1706



Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang

PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)


         --- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n


Press RETURN to get started!



Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_B
lab_B(config)#int ser 3/0
lab_B(config-if)#ip add 201.100.11.2 255.255.255.0
lab_B(config-if)#no shut
lab_B(config-if)#exit
lab_B(config)#int ser 2/0
lab_B(config-if)#ip add 199.13.6.1 255.255.255.0
lab_B(config)clock rate 64000
lab_B(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up
lab_B(config-if)#exit
lab_B(config)#ex
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to
lab_B(config)#int fa 0/0
lab_B(config-if)#ip add 219.17.100.1 255.255.255.0
lab_B(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_B(config-if)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory

Self decompressing the image :
########################################################################## [OK]

              Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

           cisco Systems, Inc.
           170 West Tasman Drive
           San Jose, California 95134-1706



Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang

PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)


         --- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n


Press RETURN to get started!



Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)hostname lab_C
lab_C(config)#int ser 3/0
lab_C(config-if)#ip add 199.6.13.2 255.255.255.0
lab_C(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up
lab_C(config-if)#exit
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up
lab_C(config)#int ser 2/0
lab_C(config-if)#ip add 204.204.7.1 255.255.255.0
lab_C(config)#clock rate 64000
lab_C(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up
lab_C(config-if)#exit
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to up
lab_C(config)#int fa 0/0
lab_C(config-if)#ip add 223.8.151.1 255.255.255.0
lab_C(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_C(config-if)#exit
lab_C(config)#

System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory

Self decompressing the image :
########################################################################## [OK]

              Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

           cisco Systems, Inc.
           170 West Tasman Drive
           San Jose, California 95134-1706



Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang

PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)


         --- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n


Press RETURN to get started!



Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)hostname lab_D
lab_D(config)#int ser 3/0  
lab_D(config-if)#ip add 204.204.7.2 255.255.255.0
lab_D(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up
lab_D(config-if)#exit
lab_D(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up
lab_D(config)#int fa 0/0
lab_D(config-if)#ip add 210.93.105.1 255.255.255.0
lab_D(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_D(config-if)#exit
lab_D(config)#

System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory

Self decompressing the image :
########################################################################## [OK]

              Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

           cisco Systems, Inc.
           170 West Tasman Drive
           San Jose, California 95134-1706



Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang

PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)


         --- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n


Press RETURN to get started!



Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)hostname lab_E
lab_E(config)#int fa 0/0
lab_E(config-if)#ip add 210.93.105.2 255.255.255.0
lab_E(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_E(config-if)#exit
lab_E(config)#exit
lab_E#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console


lab_A
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 219.17.100.0 255.255.255.0 201.100.11.2
Router(config)#ip route 199.6.13.0 255.255.255.0 201.100.11.2
Router(config)#ip route 223.8.151.0 255.255.255.0 201.100.11.2
Router(config)#ip route 204.204.7.0 255.255.255.0 201.100.11.2
Router(config)#ip route 210.93.105.0 255.255.255.0 201.100.11.2
Router(config)#exit

lab_B
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 205.7.5.0 255.255.255.0 201.100.11.1
Router(config)#ip route 192.5.5.0 255.255.255.0 201.100.11.1
Router(config)#ip route 223.8.151.0 255.255.255.0 199.13.6.2
Router(config)#ip route 204.204.7.0 255.255.255.0 199.13.6.2
Router(config)#ip route 210.93.105.0 255.255.255.0 199.13.6.2
Router(config)#exit

lab_C
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 219.17.100.0 255.255.255.0 199.13.6.1
Router(config)#ip route 201.100.11.0 255.255.255.0 199.13.6.1
Router(config)#ip route 192.5.5.0 255.255.255.0 199.13.6.1
Router(config)#ip route 205.7.5.0 255.255.255.0 199.13.6.1
Router(config)#ip route 210.93.105.0 255.255.255.0 204.204.7.2
Router(config)#exit

lab_D
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 223.8.151.0 255.255.255.0 204.204.7.1  
Router(config)#ip route 199.13.6.0 255.255.255.0 204.204.7.1
Router(config)#ip route 219.17.100.0 255.255.255.0 204.204.7.1
Router(config)#ip route 201.100.11.0 255.255.255.0 204.204.7.1
Router(config)#ip route 192.5.5.0 255.255.255.0 204.204.7.1
Router(config)#ip route 205.7.5.0 255.255.255.0 204.204.7.1
Router(config)#exit

Monday, October 17, 2011

Profil Pengusaha Sukses Es Teler 77

Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77, ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan mempertahankan pasar dalam  negeri, kini produk es teller 77 merupakan salah satu bisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional. Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya di India, Jeddah dan Arab Saudi.
Terinspirasi dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno yang dulunya bernama Hoo Tjioe Kiat mencoba menjual es teler di emperan toko dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli 1982 ini, ternyata bukan peluang bisnis yang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang bisnis seperti  menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan.
Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini. Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang.
Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di Indonesia bahkan hingga mancanegara.
Kunci sukses es teller 77
Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari.
Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
Atas kerjakeras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. Semoga kisah profil pengusaha sukses es teler 77, dapat menjadi inspirasi bagi calon pengusaha maupun para pengusaha yang sedang merintis bisnisnya. Salam sukses.

Analisis Kesuksesan
Berawal dari inspirasi sang mertua yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno mencoba membuka usaha di emperan toko dengan menggunakan tenda-tenda. Dari sebuah warung tenda yang berada di emperan toko, Sukyatno mengembangkannya menjadi bisnis waralaba dengan inisiatifnya. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya pertama kalinya pada tahun 1987 di buka gerai es teler 77 di solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya sangat pesat sehingga es teler 77 memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan dan pertokoan-pertokoan yang ada di indonesia bahkan mancanegara
Kemudian usaha Sukyatno dilanjutkan oleh anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT.Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini es teler 77 memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya dengan inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbaru. Disamping itu Andrew juga mengembangkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77 dengan memberikan kartu member bagi para pelanggannya.
Dengan kerja keras dan  perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya berbagai pernghargaan pun pernah diterimanya.

Profil Pengusaha Sukses Waralaba Pisang Ijo

Usia memang tidak menghambat seseorang untuk mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan. Itulah yang saat ini disandang oleh Riezka Rahmatiana, di usianya sekarang 23 tahun sudah menyandang sebagai Presiden Direktur “JustMine” nama usaha Pisang Ijo yang ditekuninya hingga membawanya mencapai keberhasilan bisnis. Pisang Ijo sebenarnya merupakan makanan tradisional khas Makasar yang berhasil ia pasarkan dengan sistem waralaba berbendera “JustMine”. Usaha makanan tradisonal ini dipandang cukup potensial memberikan keuntungan bisnis, karena bahan dasar pisang mudah didapatkan. Hanya dengan balutan tepung beras dan sedikit pewarna hijau sudah menjadi makanan yang digemari banyak orang.
Salah satu kunci keberhasilan bisnis Riezka, Finalis tingkat Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, sebenarnya terletak pada kreativitasnya mengembangkan makanan Pisang hijau dalam berbagai aneka rasa. Dari Pisang Ijo tradisional dikembangkan dalam berbagai aroma rasa seperti pisang ijo rasa vanila, pisang ijo rasa strowberi , rasa coklat dan durian. Semangkuk pisang ijo yang disiram cairan fla yang gurih akan semakin nikmat dihidangkan dengan pecahan es batu yang dingin.
Selain kreativitasnya mengembangkan produk pisang ijo, keberhasilan usahanya diawali dari semangat kewirausahaan yang ia miliki. Keputusan untuk berwirausaha di sela-sela kesibukan kuliah sempat tidak disetujui oleh orang tuanya. Mereka menganjurkan untuk mencari pekerjaan lain yang cukup aman. Sebelum memulai berwirausaha pisang ijo ini Riezka sempat bekerja di beberapa tempat dari mulai MLM, penjual pulsa Seluler hingga bekerja di cafe. Hasil bekerja pada beberapa pekerjaan inilah yang menjadi modal dia untuk memulai usaha berjualan Pisang ijo ini. Motivasi berwirausaha muncul dari inspirasi Buku Cashflow Quadrant yang menyatakan tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas. Hanya dengan berwirausaha bisa memperoleh penghasilan tak terbatas. Pilihan dijatuhkan pada kawasan kota Bandung sebagai tempat pengembangan Usaha Pisang Ijo ini, dengan segmen pasar mahasiswa.
Untuk mengembangkan usahanya ini Riezka membuka peluang untuk berinvestasi bagi siapa saja yang berminat dengan sistem waralaba Pisang Ijo. Sampai saat ini sudah ada 10 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di kota Bandung. Untuk menjamin keuntungan bersama denga para mitra, proses seleksi mitra waralaba pisang hijau cukup cermat, dengan memperhitungkan lokasi pasar dan besarnya potensi pasar pisang ijo tersebut. Tidak semata-mata faktor uang dari calon mitra, karena pada dasarnya semua harus sama-sama mendapat keuntungan dan keberhasilan. Berkat kerja keras dan ketekunan usaha serta inovasi bisnisnya perlahan namun pasti bisnis waralaba pisang ijo semakin merambah ke berbagai penjuru kota Bandung.
Analisis Kesuksesan
Kreatifitasnya mengembangkan makanan pisang hijau dalam berbagai aneka rasa. Dari Pisang Ijo tradisional dikembangkan dalam berbagai aroma rasa seperti pisang ijo rasa vanila, pisang ijo rasa strowberi , rasa coklat dan durian. Semangkuk pisang ijo yang disiram cairan fla yang gurih akan semakin nikmat dihidangkan dengan pecahan es batu yang dingin.
Selain kreativitasnya mengembangkan produk pisang ijo, keberhasilan usahanya diawali dari semangat kewirausahaan yang ia miliki. Keputusan untuk berwirausaha di sela-sela kesibukan kuliah.
Sebelum memulai wirausaha Riezka sempat bekerja di beberapa tempat, hasil dari bekerja inilah yang menjadi modal  untuk memulai usaha pisang ijo ini

Sunday, October 16, 2011

Sistem Informasi Penginapan Kost-Kostan

SISTEM INFORMASI PENGINAPAN PADA KOST-KOSTAN

TUGAS
PERANCANGAN BASIS DATA KE-1



                                  

KELOMPOK
KELAS
NIM
NAMA
10.240.0223
MUHAMMAD IQBAL
10.240.0241
INDRA ARDIANSYAH
10.240.0248
HARIZ ZULFI
10.240.0272
M.RIZA KINANTA
10.240.0280
WAWAN SETIAWAN


Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
STMIK Widya Pratama
2011







PENDAHULUAN

Latar belakang
            Di zaman modern seperti sekarang ini banyak sekali aktivitas manusia yang dikerjakan dengan menggunakan komputer. bahkan sekarang manusia tergantung pada komputer dalam melakukan pekerjaan. Dan tidak bisa disangkal lagi kalau manusia memang membutuhkan komputer untuk mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaannya.
            Dalam hal ini kemudian kami membuat tugas tentang sistem informasi penginapan pada kost-kostan. Tentunya banyak sekali kost-kostan disekitar kita yang belum menggunakan atau memanfaatkan komputer untuk mempermudah mendapatkan informasi atau data-data tentang kost-kostan. Karena alasan itulah kami membuat tugas ini



ANALISIS KEBUTUHAN
Penginap mendaftar pada pemilik kost dengan menyerahkan ktp kepada pemilik kost dengan perjanjian kontrak dalam jangka waktu tertentu. Pemilik kost memberitahu pada penginap tentang tata tertib dalam kost tersebut. Penginap memilih kamar yang kosong yang akan di pakai. Penginap membayar uang kepada pemilik kost dengan jangka waktu yang telah ditentukan, Pemilik kost memberikan kunci kamar kost yang telah di pilih oleh penginap. Setelah perjanjian selesai kamar kost tersebut siap digunakan dalam jangka waktu tertentu.
1.      Kendala yang dihadapi dalam mengelola kost?
Jawab: Mengatur daftar anak yang kost  yang kadang-kadang hilang.
2.      Lama bergelut dalam bisnis ini?
Jawab: 6 tahun.
3.      Cara menarik seorang customer?
Jawab: Memberikan fasilitas yang mendukung.
4.      Siapa saja yang kost disini?
Jawab: 3 mahasiswa dan 2 pelajar sma.
5.      Apakah anda membutuhkan sistem untuk mengelola kost ini dan bila mana membutuhkan seperti apa sistem tersebut?
Jawab: Membutuhkan, sistem yang sekiranya bisa menyimpan dan menampilkan data.  





KONSEPTUAL



                                                                                                      

KAMUS DATA:
PENGINAP    = {NO_KAMAR, NAMA_PENGINAP, ALAMAT, JNSKEL,
                                    PK
                          WAKTU_MASUK, WAKTU_KELUAR, PEKERJAAN,

                          NAMA_PEMILIK}
                                    FK

PEMILIK       = {NAMA_PEMILIK,ALAMAT,JNSKEL}
                                    PK                                               


PEMILIHAN DBMS
MYSQL
MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

DBMS yang dipilih dalam sistem informasi ini adalah MYSQL dikarenakan beberapa faktor sebagai berikut:
Faktor Teknik
Ø  Tipe model data (Jaringan)
Ø  Struktur penyimpan dan jalur pengaksesan didukung sistem manajemen database
Ø  Tipe interface dan multiuser
Ø  Tipe bahasa SQL

Faktor Ekonomi
Ø  MYSQL adalah jenis software free
Dapat mudah dicari atau di download oleh orang-orang

Faktor Organisasi
Ø  Struktur  data
Jika data disimpan dalam database, data dapat ditampilkan kembali dari sistem manajemen database

Ø  Ketersediaan dari service vendor
Keberadaan fasilitas sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem

Keistimewaan MYSQL
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
1.      Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2.      Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
3.      Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
4.      'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5.      Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6.      Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7.      Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
8.      Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
9.      Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
10.  Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11.  Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
12.  Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
13.  Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

   


PENUTUP

Sebelum kita membuat suatu sistem kita harus membuat analisa kebutuhan sistem agar sistem yang akan kita buat sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dalam melakukan analisa kita bisa menanyakan langsung kepada klien tentang data-data apa saja yang bisa mendukung sistem agar bekerja secara maksimal.

Setelah melakukan analisa hal yang harus kita lakukan selanjutnya adalah membuat konsep dari sistem yang akan kita buat. Dalam hal ini kita harus membuat diagram ER dan kamus datanya.
         
Hal terakhir yang harus kita lakukan adalah memilih DBMS. Ada banyak jenis DBMS akan tetapi kami memilih mySQL dikarenakan beberapa faktor diantaranya:
A.    Faktor teknik
B.     Faktor ekonomi
C.     Faktor organisasi